Suara langkah sepatu pelan terdengar mendekat. Elmira menoleh dan melihat seorang dokter wanita muda memasuki ruangan dengan clipboard di tangan. Ia mengenakan jas putih dengan rambut diikat rapi dan senyum profesional di wajahnya. “Selamat siang, Bu. Apa kabarnya hari ini?” sapa sang dokter sambil menghampiri ranjang nenek Elmira. Nenek tersenyum ramah. “Lebih baik dari kemarin, Dok. Napas saya sudah tidak sesak.” Dokter itu mengangguk puas, lalu menoleh pada Elmira sekilas sebelum mulai memeriksa tekanan darah sang nenek. “Syukurlah. Kami senang mendengarnya. Tapi kita masih akan terus pantau ya, Bu. Kami belum bisa izinkan pulang sebelum paru-parunya benar-benar stabil.” Elmira berdiri dan memperhatikan penuh perhatian. Dokter kemudian mengambil alat bantu pernapasan dari meja kecil

