Bab 36

1071 Kata

Pagi datang dengan langit kelabu. Kaylana duduk di dapur, memandangi uap tipis dari cangkir kopinya. Suara burung terdengar samar di luar, tapi pikirannya tak berada di sana. Ia masih melihat wajah Virion semalam—mata itu, suara itu. Terlalu familiar. Terlalu dekat dengan luka yang baru saja ia lindungi selama bertahun-tahun. Aurelia muncul dari balik pintu, menyeret boneka kelincinya, masih mengantuk. “Maman… dia akan datang lagi?” Kaylana membeku sejenak. “Siapa, sayang?” “Teman kamu itu. Yang pakai topeng aneh. Tapi suaranya... nggak asing.” Aurelia menatap ibunya dengan polos. “Dia baik?” Pertanyaan itu menusuk. Kaylana mengangguk perlahan. “Dia... tidak jahat. Tapi terkadang, orang dewasa membawa hal-hal rumit yang anak-anak tidak perlu tahu.” Aurelia mengangguk kecil, menerima

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN