Bab 38

1021 Kata

Pagi itu, udara desa Saint-Véran penuh aroma mentega dan ragi. Hari Pasar Kecil, sebuah tradisi bulanan di mana warga berkumpul di alun-alun, menjajakan hasil kebun, kue buatan rumah, dan kain bordir warisan nenek moyang. Kaylana berjalan menyusuri keramaian dengan Aurelia menggenggam tangannya. Gadis kecil itu tak bisa diam, matanya berbinar menatap gerobak permen gula dan rak berisi boneka kayu buatan tangan. “Boleh satu saja?” bisiknya penuh harap. Kaylana membuka mulut untuk menjawab—tapi suara familiar menyelip di antara hiruk-pikuk pasar. “Kalau aku belikan dua, berarti aku pahlawan atau pelanggar aturan?” Virion berdiri di samping gerobak, satu tangan memegang keranjang berisi roti, satu lagi menyodorkan koin ke si penjual permen. Aurelia berseru kecil dan langsung memeluk pin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN