Bab 32

1303 Kata

Pagi itu, desa Saint-Laurent sur Mer diselimuti embun tipis. Liana memandangi hamparan kebun lavender dari belakang rumahnya, jemarinya menggenggam secangkir teh hangat yang aromanya mengambang pelan di udara dingin. Aurelia masih tertidur pulas di kamar atas. Clarisse sedang mengaduk bubur oat di dapur, suara sendoknya bersahut dengan kicauan burung pipit di atap rumah. Namun Liana tak fokus pada apapun pagi itu. Pikirannya kembali pada secarik kertas yang ia temukan malam sebelumnya. Tulisan tangan itu. Kalimatnya. Getaran dalam dirinya. Ia tidak bermimpi—ia tahu pasti siapa yang menulisnya. Virion masih hidup. Dan ia mencarinya. Tapi mengapa sekarang? Dan… bagaimana ia menemukan mereka? --- Setelah mengantar Aurelia ke sekolah, Liana menyusuri jalan setapak di tepi ladang. Ia ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN