Bab 19

1040 Kata

Ciuman itu tak seperti sebelumnya bukan hanya hasrat, tapi ketertarikan yang sulit dijelaskan. Ada rasa ketergantungan, ada pengakuan diam-diam, ada pengkhianatan yang perlahan membaur dengan emosi lain yang tak pernah direncanakan. Ketika akhirnya mereka melepaskan ciuman itu, Liana menarik napas panjang. Matanya berkaca-kaca, bukan karena cinta, tapi karena campuran rasa bersalah, luka lama, dan kekacauan yang terus tumbuh. Lalu perlahan, ia mendorong tubuh Virion ke samping, bangkit sambil membenahi pakaiannya. Tapi saat ia berdiri dan menatap ke sekeliling, ia menyadari sesuatu mereka tak hanya terjatuh. Mereka telah masuk ke dalam sebuah ruangan yang benar-benar tersembunyi. Ruangan yang penuh dengan lemari besi, berkas-berkas tua, dan rahasia gelap milik Klan Calderon. Ruangan mili

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN