"Kakek! Mommy! Bi Sasa!" Zayn yang kebingungan tanpa sadar meneriakkan nama itu dengan terus mondar mandir persis setrikaan. "Zayn, bantu aku, bukannya malah mondar mandir begitu! Kau ini bagaimana," Irene mengomel. Zayn tak peduli, lelaki itu terus meracau memanggil orang rumah. Vernon, Indah dan juga yang lainnya datang tergopoh memasuki kamar itu. "Astaga Zayn! Kau gila? Kenapa membiarkan Irene terus duduk di lantai!" Hardik Vernon. "Kakek, Zayn bertingkah aneh. Sudah aku katakan kalau aku akan melahirkan tapi dia malah begitu," adu Irene. "Kakek, istriku mau melahirkan. Apa yang harus aku lakukan? Aku harus membawa baju ganti dan juga payung. Oh, ya. Mobil yang mana harus kubawa?" Zayn terus mengoceh tanpa sadar. "Kau gila!" Sentak Vernon. "Aku? Kakek mengataiku gila? Aku kat

