"Kenapa tidak membangunkan aku Zayn." Irene mendekati suaminya yang saat ini sedang berdiri di depan almari. "Hei, kenapa bangun? Ini masih pagi. Tidur lagi saja," kata Zayn. "Aku harus menyiapkan keperluanmu, bukan?" "Tidak usah! Aku kan sudah bilang mau mulai mandiri. Kau sedang hamil, aku tidak mau kamu kecapekan." "Selalu saja begitu. Hanya mengambil baju Zayn, bukan bekerja keras." "Tetap saja. Sudah, sebaiknya kau duduk saja di sini! Kau cukup menunjukkan di mana letak barang-barangku saja." Masih dengan muka bantalnya, Irene menurut saat Zayn membimbingnya duduk di sofa. "Kira-kira kemeja warna apa yang cocok aku pakai hari ini Sayang?" Zayn mulai memilih barisan kemeja dengan berbagai macam warna yang tergantung di sana. "Warna navy saja Zayn, kau akan terlihat memukau jik

