Zayn membawa Hera ke dalam dekapannya. Tubuh wanita paruh baya itu menggigil hebat. "Tenang Mom, minumlah!" Zayn menyodorkan sebotol air mineral. Batin Zayn nelangsa melihat sosok wanita pertama yang ia cintai dalam hidupnya itu menangis. Tubuhnya yang bergetar hebat menandakan betapa Hera sangat ketakutan saat ini. "Mom, tenanglah. Aku di sini, tidak akan terjadi sesuatu pada Mommy selama ada aku." Zayn kembali mendekap ibunya. "Tadi itu apa Zayn?" Tanya Hera. "Hanya kecelakaan kecil, biasa Mom, namanya juga hidup di jalan. Senggol-menyenggol urusan biasa, bukan sesuatu yang menakutkan." "Tetap saja Zayn. Mommy jadi teringat saat itu." Hera memang pernah mengalami kecelakaan lalu lintas sangat parah dulu sewaktu suaminya, ayah Zayn masih hidup. "Kita pulang saja Mom? Aku khawatir

