Warning! 21+ Area *** Sherry menggenggam ujung sofa dengan sekuat tenaga, buku-buku jarinya memutih. Tapi genggaman itu tidak membantu. Rasa panas terus merambat dari perut ke d**a, dari d**a ke leher, dari leher ke seluruh permukaan kulit. Ada gelombang demi gelombang yang menyapu tubuhnya, membuatnya bergerak tanpa sadar, pinggulnya bergeser di sofa, pahanya merapat lalu terbuka, tangannya naik ke leher lalu turun ke d**a. Ia tahu apa yang terjadi. Ia bukan gadis bodoh. Bukan anak kecil yang tidak mengerti. Tiga tahun bekerja di cafe, mendengar cerita-cerita pelanggan mabuk yang bicara terlalu keras, melihat pasangan-pasangan yang tak bisa menahan diri di sudut-sudut gelap. Ia tahu. Minuman itu. Sepasang matanya menajam, menatap gelas kosong di meja kaca. Sisa sirup merah masih men

