Ganika janjian dengan Nimas di coffee shop lantai dasar gedung kantor mereka. “Bagaimana?” Nimas bertanya tanya. “Bagaimana apa?” Ganika hanya tergelak. “Ahh.. Soal aku bisa menemui Banyu Adhiarja? Ada kabar baik tidak?” tanyanya tidak sabar. “Tenang, tenang…” Ganika menepuk bahu temannya itu. Ia menyeruput kopi di hadapannya. “Sebagai rakyat jelata begini, aku tidak mungkin juga langsung membahas dengan pengusaha BA soal rencanamu begitu saja. Tapi aku sudah membahasnya dengan seseorang yang ia percaya,” Terang Ganika. Kemarin malam, saat bertemu Wira, ia sudah menyampaikan niat Nimas. Wira berjanji akan membahasnya dengan Ranu hari ini. Ganika tidak langsung membicarakannya pada Jelita atau Banyu karena tidak ingin merusak hari bahagia mereka dengan urusan urusan yang berhubunga

