KETAHUAN

1507 Kata

Ganika mengganggu Sena terus menerus meski bayi yang baru lahir beberapa hari itu tidak meresponnya. “Ah, kapan sih Sena bisa tertawa atau merangkak?” ia merasa tidak sabaran. “Gemas aku.” Jelita tertawa, “Masih berbulan bulan lagi." "Tapi.. Nikmati saja. Orang bilang, kadang kalau anak sudah beranjak dewasa, malah rindu masa masa bayi begini," ucap Ganika. Jelita menahan senyumnya mendengar ucapan sahabatnya. “Ngomong ngomong, keponakanku ini, sungguh ayahnya sekali tapi versi kulit putih,” Ganika memerhatikan Sena yang tertidur pulas. “Wajahnya Banyu tapi kulitnya kamu.” “Kalau Banyu kan gelap gelap kecoklatan eksotis gimana gitu…” ia tergelak. Jelita lagi lagi tertawa, “Hidupnya dari tambang ke tambang. Tak heran kulitnya eksotis begitu. “Oh ya, besok aku harus kontrol Sena k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN