Dina mencoba tenang dan membiarkan suster bekerja mengambil sampel nya. Toh hasilnya akan keluar beberapa lama lagi. Aku bisa mencari cara lain untuk mengatasinya. Yang penting sekarang beres dulu. Setelah selesai, suster itu pun pergi. Dina menatap mantan kekasihnya, “Aku pergi.” “Tunggu…” Lelaki itu menghampiri keranjang bayi yang dibawa Dina. Bayi yang ada di dalamnya tertidur nyenyak karena sudah minum s**u. Ia kemudian mengangkat selimut yang menutupi tubuhnya. “Jangan sentuh dia,” Dina menghalanginya. Lelaki itu hanya menyeringai, “Aku hanya ingin melihatnya. Peluang tes DNA itu fifty fifty. Jadi.. Masih ada kemungkinan bayi ini anakku…” Dina akhirnya membiarkannya daripada ribut. “Anak ini.. Laki laki?” tanyanya. Dina terdiam. A.. Aku tidak mengeceknya. Apa jawaba

