Setibanya di ruang depan villa, seorang lelaki menyambut mereka. “Malam,” angguknya. “Apa bapak sudah datang?” tanya Ranu. “Belum,” gelengnya. Akhirnya Banyu dan Ranu bergerak ke bagian belakang villa. Rerumputan yang hijauh menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Udara pagi begitu segar hingga membuat betah siapapun yang ada di sekitarnya. Terakhir Banyu mengunjungi lokasi tersebut di malam hari sehingga tiak bisa melihat jelas keindahannya. Tapi pagi ini semuanya terlihat jelas. Tiba tiba saja, terbersit di benaknya untuk membeli villa sejenis. Saat Sena sudah bisa berjalan, dia bisa berlarian sepuasnya. Jelita juga pasti senang berada di tempat yang segar dan sejuk seperti ini. Ide ini akan aku bicarakan pada istriku dulu. Di halaman yang terhampar luas itu, terdapat satu

