Banyu menunggu jawabannya dengan sabar. “Bagaimana?” tanyanya perlahan. “Aku bingung,” Jelita menatapnya. “Bagaimana dengan istrimu? Pernikahanmu? “Ini melanggar hukum Banyu.. Bukankah menikah lagi tanpa izin istri pertama, itu salah…” Banyu menatap Jelita, “Jangan bicara salah atau benar. Please…” Ia terdiam beberapa saat dan kemudian mencoba mengungkapkan isi hati sejelas dan serinci mungkin. Banyu tidak lagi menahan dirinya. “Aku sedang mencoba mengabaikan semua itu,” ucapnya. “Dengarkan…” Jelita menyimaknya tanpa memotong. “Apa yang terjadi saat ini semua salah. Semua salah dari awal. Aku penyebabnya,” Banyu melanjutkan ucapannya. “Aku begitu ceroboh dan memercayai hasil tes DNA begitu saja. “Selain itu… Aku juga salah telah membiarkanmu pergi dari hidupku, mengabaikan peras

