Ganika merangkul sahabatnya. “Ideku ini tidak untuk selamanya,” ucapnya. “Aku tahu kamu betah di sini. Tapi, akan berbahaya kalau sampai mereka menemukanmu. “Bisa saja, Banyu semakin terperangkap dalam pernikahannya.” Jelita mengedip ngedipkan mata dengan bingung. Semua sudah disiapkan untuk Sena di rumah ini. Bagaimana mungkin aku tiba tiba pindah? “Berat sekali rasanya. Ibu Ajeng selalu baik kepadaku dan Sena. Aku kok tidak tega untuk pergi dari sini…” gumam Jelita. “Aku juga betah di sini dan tidak ingin pindah. “Bagaimana ya?” Jelita merasa gundah. “Begini saja, kita lihat situasinya sampai besok. Kalau lelaki menyeramkan itu kembali lagi, maka aku akan segera menghubungi Ranu dan meminta sarannya. Bagaimana?” usul Ganika. “Iya,” Jelita mengangguk. “Aku tentu saja akan mel

