Ganika terdiam beberapa saat. Ia menarik nafasnya dengan kencang. Jelita : “Ada kabar apa? Kenapa bernafas kencang begitu…” Ganika : “Aku hanya kaget dan tidak ingin lagi menunda untuk bercerita.” Jelita : “Apa itu? Aku jadi penasaran.” Ganika : “Berita soal Ibu Dina yang hamil di luar pernikahan ternyata sudah menyebar di perusahaan. Tentu saja jadi semacam rahasia umum. Tidak ada yang berani mengungkapkannya secara langsung.” Ganika : “Gara gara itu, beberapa karyawan diam diam membicarakannya, termasuk aku.” Ganika : “Nah, barusan.. Temanku si Indri bilang kalau dia pernah melihat Ibu Dina bersama seorang lelaki sekitar setahun setengah lalu. Mereka ribut di sebuah restoran di Jakarta.” Jelita : “Di restoran? Di depan umum?” Ganika : “Tepatnya di area parkir. Waktu itu kejadiann

