Dina memutuskan untuk melakukan tindakan nekat. Hanya satu hari saja. Aku akan meminjam bayi di panti asuhan itu. Tapi… Bagaimana cara membawanya keluar? Aku tidak mungkin melakukannya. Dina terpikirkan menyuruh seseorang untuk menculiknya. Siapa? Siapa yang bisa aku minta untuk melakukannya? Ia merasa tidak tenang sampai memiliki bayi lain di tangannya. Tenang, tenang, dan pikirkan dengan baik. Ia duduk di ruang kerjanya dan bersandar ke kursi besar yang menjadi tempat duduknya. “Apa aku bayar saja orang suruhanku itu,” gumamnya. “Tapi… Apa dia mau kalau harus menculik anak? Sebetulnya hanya beberapa jam saja. Seharusnya tidak sulit…” “Ahh.. Aku stress,” Dina meremas kertas di hadapannya. Perasaannya sungguh tak menentu. Ia akhirnya hanya berdiam diri di kursi kerjanya hi

