Nimas mengerutkan keningnya, begitu juga Ayu. “Bisa jadi.. Karena Ibu Dina bilang hanya perlu bayi itu sehari saja. Mungkinkah dia hanya membutuhkan DNA nya?” Ayu menggumam. “Tapi.. Tapi… Untuk apa?” “Tadi aku terpikirkan, apa Ibu Dina ingin membawa bayi tersebut ke hadapan seseorang dan mengakuinya sebagai anaknya. Tapi setelah aku pikir pikir barusan, itu tidak mungkin karena DNA nya tidak akan menunjukkan kesamaan…” ungkap Nimas. “Kecuali… “Kecuali dia melakukan yang berlawanan.” Ayu semakin bingung, “Maksudnya?” Setelah berpikir beberapa saat, Nimas tiba tiba saja melotot, “Aku pikir dugaan kita ini benar. Dia butuh bayi lain yang tidak menunjukkan satu hubungan apapun dengan seseorang. “Artinya… Pengusaha BA bukanlah ayah kandung dari anaknya. Ini skandal besar.” “HAH? Apa hu

