Jelita memerhatikan ke luar jendela selama mobil bergerak hingga akhirnya memasuki Wijaya Estate yang terasa tidak asing baginya. Jantungnya berdebar kencang menyadari kenyataan kalau tak lama lagi ia akan menginjakkan kakinya di kediaman lamanya. Listy memutar sehingga tidak melewati bagian depan Kediaman Keluarga Adhiarja tapi melalui bagian belakangnya. Mobil pun memasuki gerbang belakang dan berhenti di dekat jalan setapak. Jelita tahu kalau dari jalan setapak itu mengarah pada green house. Jantungku dag dig dug begini. Rumah ini.. Aku kembali… “Sudah sampai. Ibu bisa turun, koper nanti saya yang bawa,” ucap Listy. “Te… Terima kasih,” Jelita turun dari mobil hendak menuruni jalan setapak. Namun tiba tiba saja sesosok lelaki yang dirindukannya melangkah dengan cepat ke arahn

