SUAMI ISTRI

1208 Kata

Acara akad nikah berlangsung khidmat tanpa kendala. Banyu bisa mengucap ijab qabul dengan lancar. Ranu dan Wira menjadi saksi pernikahan mereka. Wira dengan sengaja hadir dan langsung terbang dari Kalimantan atas permintaan Ranu dan seizin Banyu. Ganika merasa senang karena bisa ketemu lagi dengan Wira setelah sekian lama. Mereka mengobrol di meja makan sambil menikmati makanan yang tersisa berduaan saja. Ranu sudah menghilang entah kemana. Sedangkan Banyu, Jelita dan Sena menikmati suasana malam itu di ketinggian sebuah pohon dekat green house. Ketiganya duduk di lantai rumah pohon yang cukup luas tersebut. “Tinggi juga. Aku takut,” Jelita melihat keluar jendela. Banyu merangkulnya, “Ada aku. Kenapa takut?” Jelita bersandar di bahu suaminya dan tersenyum. Sena berada di gendonga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN