Banyu memperhatikan kalau Jelita sudah selesai menyusui dan sedang merapikan pakaiannya. Setelahnya, mantan istrinya itu menghampirinya. “Sena masih bangun. Mau menggendongnya?” tanya Jelita. Banyu bangkit dari kursinya, “Iya.” Saat tubuh mungil sang putra beralih tangan kepadanya, Banyu merasa tersentuh memperhatikan mata Sena yang terbuka dan menatapnya tak berkedip. Jantungnya berdebar. Ada rasa sayang tak terhingga di dirinya. Oh, putraku. Ayah akan menjagamu dan ibumu sekuat tenaga. Kamu dan ibumu prioritas penting di hidup ayah. Sena menggerakkan tangannya seperti hendak meraih pipi Banyu. Jelita tersenyum lebar, “Iya sayang, itu ayahmu. Kamu bisa melihatnya?” Sena membuka mulutnya dan menggerakkannya hingga membentuk sebuah senyum yang menggemaskan. “Gantengnya anak

