Malam itu, mansion keluarga Moretti tampak jauh lebih tenang dari biasanya. Lampu-lampu kristal yang menggantung di ruang makan memantulkan cahaya keemasan, menambah kesan hangat sekaligus megah. Aroma daging panggang khas Italia—bistecca alla Fiorentina—tercium kuat dari meja panjang berlapis kain putih dengan hiasan bunga mawar merah di tengahnya. Di ujung meja, duduklah Amara Moretti, wanita elegan berusia lima puluhan dengan gaun sutra biru tua yang memancarkan kewibawaan sekaligus keanggunan. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya sepanjang malam itu. Matanya berbinar, pipinya merona, dan sesekali ia tampak termenung sambil memegang cangkir anggur putihnya, seakan membayangkan sesuatu yang indah. Berbeda dengan istrinya, Giovanno Moretti—kepala keluarga Moretti, pria berusia hampir e

