BAB 30

2035 Kata

Udara malam masih terasa lembap ketika mobil hitam berhenti di depan gerbang besar. Pintu gerbang itu terbuka perlahan dengan suara berderit mekanik, seakan memberi sambutan megah pada siapa pun yang berani melangkah masuk ke wilayah itu. Lampu-lampu taman di kiri dan kanan menyala terang, memantulkan kilau cahaya ke arah jalan panjang yang menuju bangunan utama. Evana duduk mematung di kursi belakang, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Dari balik kaca mobil, ia bisa melihat siluet mansion megah yang menjulang di ujung jalan. Bangunan itu jauh lebih besar daripada rumah mertuanya yang pernah ia datangi sebelumnya. Jika mansion milik keluarga Moretti tempat Amara dan Giovanno tinggal sudah membuatnya takjub, maka yang ini jauh lebih luar biasa—megah, dingin, dan menakutkan pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN