Elvano, yang sejak tadi menunggu di depan ruangan itu dengan wajah tegang, akhirnya menghela napas panjang ketika melihat istrinya muncul sambil tersenyum. Ia segera menghampiri, matanya menelusuri wajah Evana yang tenang. “Semua baik-baik saja, kan?” tanyanya dengan nada khawatir namun penuh harap. Evana mengangguk sambil tersenyum tipis. “Dad terlihat seram, tapi sebenarnya beliau sangat baik.” Nada suaranya pelan, seolah tak ingin membuat Elvano khawatir. Elvano menatap Evana lama. Ada sinar lega sekaligus bangga di matanya. Ia tahu ayahnya bukan sosok yang mudah terbuka pada orang baru, apalagi pada seseorang yang datang tanpa latar belakang besar. Tapi Evana ... seperti biasa berhasil menembus tembok hati siapa pun hanya dengan kejujuran dan ketulusan sikapnya. “Kau yakin tidak t

