42. Hadiah Dari Ibu Mertua

1722 Kata

Waktu makan siang biasanya menjadi momen paling ramai di kantor Global Maritim. Suara sendok, piring, dan tawa kecil biasanya bercampur, menciptakan suasana hangat yang menandakan jeda dari kesibukan kerja. Namun, hari itu suasananya berbeda. Bukan sekadar ramai, melainkan penuh bisik-bisik dan tatapan penasaran. Sinta duduk di meja paling pojok kantin, menatap rekan-rekan kerjanya yang berkumpul di beberapa meja, berbicara pelan namun jelas. Kata-kata yang sama terus terdengar: Evana, Manager Han, hubungan, skandal. Sinta meletakkan sendoknya perlahan. Ia menghela napas panjang. Gosip macam apa lagi ini? Ia menatap Mayza yang sedang makan bersama tiga rekan lainnya. Mayza tampak berbicara dengan penuh semangat, tangan bergerak-gerak, seolah menjelaskan sesuatu yang begitu penting. “Po

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN