Di dalam ruang kerja itu Elvano hanya seorang diri, bersama laptop yang masih menyala. Meeting online masih berlangsung, akan tetapi kepala Elvano tidak berada di sana. Ia mengakhiri panggilan terakhir dengan cepat, merapikan dokumen seadanya, lalu menutup laptopnya. Dengusan napas panjang terlepas dari bibirnya. Hari ini ia sengaja tidak pergi ke kantor. Bukan karena malas. Bukan pula karena pekerjaannya berkurang. Tetapi karena ia ingin membayar waktunya yang telah hilang bersama sang istri. Meksi pun dalam satu hari ini Elvano tidak serta merta terus bersama Evana, karena pekerjaan memang tidak bisa ditinggal begitu saja. Meninggalkan ruang kerjanya, Elvano menuju kamar utama. Tangannya membuka gagang pintu kamar pelan. Pandangannya langsung tertuju pada tempat tidur besar di tengah

