Suasana mansion Demian Moretti malam itu terasa tenang di luar, namun tetap menyimpan aura tegang yang sulit dijelaskan. Lampu-lampu kristal menggantung di langit-langit ruang tengah, menerangi ruangan luas dengan cahaya kekuningan yang hangat. Suara mesin mobil berhenti di depan mansion, disusul derap langkah tegas seorang pria yang baru saja kembali dari pekerjaannya. Elvano Demian Moretti. Jasnya masih terpasang rapi, meski dasinya sudah sedikit longgar. Begitu pintu utama dibuka, para pelayan yang berjaga segera menyambut dengan sikap hormat. “Selamat malam, Tuan Muda,” ucap salah satu dari mereka dengan kepala tertunduk. Elvano melepas jasnya dan menyerahkannya pada seorang pelayan. Matanya berkeliling, mencari sosok yang ingin segera ditemuinya. “Apa Mom sudah pulang?” tanyanya d

