56. Pergi ke Apertemen Rendra

1482 Kata

Naira menghela napas panjang. Sepasang mata wanita itu masih menatap ke arah layar ponsel. Duduk di sofa usang rumahnya, Naira menunggu jawaban dari orang yang beberapa saat lalu ia kirim pesan. Naira sudah memeriksa tanda tangan orang yang sudah membayar lunas tagihan rumah sakit ibunya, tapi, orang itu tidak menyertakan nama. Hanya coretan tangan yang terlihat seperti cakaran ayam. Oh … apa orang kaya memang tanda tangannya seperti itu? nyaris tidak berbentuk, dan tidak terbaca sama sekali. Naira buru-buru mengangkat ponsel begitu benda persegi di tangannya memperdengarkan nada notifikasi pesan masuk. jari tangan Naira dengan cepat menggulir layar, lalu menekan satu pesan yang baru masuk. Naira segera beranjak. Wanita itu meninggalkan sofa, lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Dia bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN