Hari berlalu. Naira lega saat dokter akhirnya mengizinkan ibunya pulang. Adiknya—Doni baru saja menyampaikan berita baik itu padanya. Sekarang, Naira hanya harus memikirkan cara membayar biaya rumah sakit. Rumah makan sedang sepi setelah jam makan siang berakhir. Naira berjalan ke arah meja kasir. Berdiri di depan meja yang tidak seberapa besar—Naira berdehem hingga perhatian seorang wanita yang sedang duduk menghitung uang, teralihkan. “Ada apa?” tanya Mira dengan dua alis berkerut. “Bos. Na mau kasbon gaji Na dua bulan ke depan.” Mira semakin mengernyit. “Kasbon gaji dua bulan?” Wanita itu ingin meyakinkan dia tidak salah mendengar. Naira mengangguk. “Iya. Butuh buat bayar biaya rumah sakit ibu.” Satu tangan Naira terangkat—menggaruk leher yang tiba-tiba gatal. “Hari ini ibu sudah b