“Di mana dia?” tanya Gilang begitu masuk ke dalam bar yang masih tutup. “Di dalam ruangan VIP 01, Pak,” jawab salah seorang bartender yang bekerja di sana. “Baiklah,” ucap Gilang kemudian langsung beranjak dari sana menuju ruangan yang pelayan tadi maksud. Dan begitu ia membuka pintu, helaan napas panjang seketika lolos dari mulutnya ketika melihat Lutfi di dalam ruangan yang cukup luas itu sendirian. Beberapa saat yang lalu, Gilang menerima telepon dari bartender tadi lalu bergegas datang ke club tersebut dan untuk kesekian kalinya mendapati Lutfi dalam keadaan berantakan seperti sekarang. Gilang pun mulai melangkahkan menghampiri Lutfi yang dalam keadaan acak-acakan dan telah dikuasai oleh alkohol. Beberapa botol alkohol bahkan memenuhi mejanya. “Hentikan. Kau sudah mabuk,” pinta Gi

