“Alea,” gumam Lutfi terkejut. Selama beberapa saat, Lutfi dan Aleana saling menatap. Sampai polisi datang dan langsung menahan Lutfi. Meski begitu, tatapannya tak pernah lepas dari Aleana yang juga masih menatapnya dengan sendu. “Akhirnya aku menangkapmu, sialann!” maki salah seorang polisi sembari mengatur napasnya yang tersenggal-senggal setelah lelah mengejar Lutfi yang berlari sangat cepat. Saat itulah Lutfi baru menyadari bahwa ia telah berhasil ditangkap. Ia lantas memutuskan pandangannya dari Aleana, menatap polisi tersebut dengan penuh amarah. “Lepaskan aku! Lepaskan aku! Kalian tidak bisa menangkapku seperti ini! Lepaskan aku!” teriak Lutfi sembari memberontak dari dua polisi yang menahannya. Polisi tersebut lantas tertawa mendengar teriakan Lutfi. “Susah payah aku mencari da

