47. Resepsi

1917 Kata

“Sudah kembali?” Nania melirik Leon lewat pantulan cermin di depannya. Saat ini ia duduk di kursi depan meja rias, menyisir rambutnya yang sedikit kusut. Leon hanya diam. Ia baru saja kembali dari toko perhiasan setelah menyelesaikan masalah dengan Ratna. “Hah ….” Nania menghela napas menatap beberapa helai rambutnya yang rontok dan mungkin terjadi karena terlalu stress akhir-akhir ini. Tak! Nania terkejut saat Leon meletakkan cincin di atas meja rias, di depannya. Ia segera mengambil cincin itu dan memastikan apakah itu adalah cincinnya atau tidak. “I- ini, bagaimana kau menemukannya?” tanyanya dengan wajah tak percaya menatap Leon yang berdiri di dekatnya. “Kau sangat ceroboh. Hampir saja cincin itu jadi uang,” kata Leon tanpa ekspresi berarti. “Apa? Apa seseorang mencurinya?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN