49. MP

2140 Kata

Nania memasang wajah datar dan menepis tangan Leon di bahunya. “Jangan bercanda,” ucapnya. Leon tertawa kecil. Ia lalu berbalik dan berjalan menuju lemari, mengambilkan Nania baju ganti. “Ini.” Leon memberikan piyama pada Nania setelah kembali berdiri di depannya. Nania pun menerimanya dan kembali ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, Nania meletakkan baju gantinya pada gantungan baju. Seperti tak mau mengulur waktu, ia berniat membuka gaunnya. Akan tetapi, ia kesulitan saat hendak membuka resleting gaunnya yang berada di punggung. “Ck, bagaimana ini?” Nania terus saja berdecak karena tak bisa meraih resleting gaunnya. Tangannya bahkan sampai pegal. Di luar, Leon menunggu dengan sabar. Ia ingin segera mengguyur tubuhnya dengan air lalu beristirahat meski keinginan menggauli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN