50. MP 2

2071 Kata

Ranjang itu terus berderit seirama dengan gerakan pinggul Leon. Entah sejak kapan, tapi waktu menunjukkan telah menunjukkan dini hari. Leon benar-benar tak menyisakan kesempatan, menikmati tubuh istrinya tanpa jeda. Bahkan meski Nania telah berkali-kali klimaks, dirinya tetap menggaulinya tanpa rasa puas. Leon memeluk Nania dari belakang, mengecup punggung hingga bahu Nania tanpa berhenti menggerakkan pinggulnya. Posisi kali ini begitu memanjakannya, seakan tertelan sepenuhnya oleh Nania dan diisap lebih kuat. Nania hanya bisa pasrah. Kepalanya jatuh di ranjang sementara bokongnya terangkat yang sesekali Leon remas dengan gemas. Ia ingin marah sebab Leon tak juga berhenti, sayangnya, tubuhnya seolah berkata lain. Meski setiap jengkal tubuhnya begitu pegal, bahkan area sensitifnya begit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN