“Mas, aku bisa nanya sesuatu gak?” tanya Emma. “Apa? Kamu mau tanya apa?” Emma melihat Kai. Tatapannya sangat sendu, seperti siap menangis lagi. “Gqk jadi deh, Mas.” “Loh, kok gitu. Emang mau nanya apa sih?” tanya Kai penasaran. “Gak Mas, ntar aja. Aku masih belum yakin juga kok. Takutnya ntar malah salah.” Kai tersenyum. “Ya udah, kalo kamu mau cerita, hubungi aku aja ya. Aku tinggal gak papa kah? Aku ada kerjaan.” “Gak papa, Mas. Aku jadi gak enak kalo nahan Mas Gun di sini.” “Tapi janji buburnya diabisin ya.” Emma tersenyum sambil mengangguk. “Iya, aku janji. Enak soalnya buburnya.” Kai tersenyum lebar melihat Emma yang sudah mulai bisa tersenyum lagi. Kai pun berpamitan pada Emma, karena dia harus bekerja. Dia berpesan pada Emma untuk tidak ragu menghubunginya, kalau membutu

