Cava Game's -16-

1724 Kata

Sehabis menjemput Markus pulang dari sekolah, Cava mengajak puteranya itu untuk makan di sebuah restoran dekat rumah, restoran yang sering ia kunjungi bersama mendiang ayahnya karena makanan di sini sehat, bukan makanan cepat saji jadi seakan-akan pengunjung sedang makan masakan rumahan. "Bagaimana enak makanannya?" "Enak, Mama. Markus suka makanannya." "Bagus, nanti kita sering-sering ke sini ya?" "Iya, Mama." Cava sangat senang mendengar jawaban puteranya, ia pikir puteranya hanya memiliki kemiripan dengan Dewa namun Markus juga punya kemiripan dengannya dalam hal selera makanan. Melihat puteranya makan dengan lahap membuat ia merasa kenyang padahal ia hanya memesan jus alpukat. Entah sejak kapan kebahagiaan Markus menjadi kebahagiaannya. Akhirnya puteranya selesai makan, melihat n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN