Bab 21. Ancaman Terbuka Pada Armand

1029 Kata

Berselang beberapa saat, gudang itu pun dipenuhi oleh jeritan Bruno. Kedua tangannya yang terikat di lengan kursi ... dipukuli oleh para bawahan Vladimir, lagi dan lagi tanpa jeda. Walau pria bertubuh besar itu sempat pingsan karena tak tahan dengan sakit yang dideritanya, pukulan itu tak juga berhenti. Hingga punggung tangan Bruno sobek. Jemarinya tampak remuk. Bahkan wajahnya tak luput dari pukulan. Setelah puas memperhatikan para bawahannya menyiksa pria itu, Vladimir pun menoleh ke arah Rafael. "Kau menemukan ponselnya?" Bawahan setia itu menganggukkan kepalanya, kemudian mengambil ponsel Bruno dari tangan salah seorang bawahannya lalu menyerahkannya pada Bosnya itu. "Kunci ponselnya sudah diretas dan dinon aktifkan, Bos," ujar Rafael, saat Vladimir menatapnya dengan wajah dingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN