30. Berakhir (?)

1330 Kata

“Ada ucapan terakhir, De a n a?” tanya Arash. Deana menelan salivanya susah payah. Di satu sisi ia tidak ingin meninggal dengan cara seperti ini apalagi meninggal di tangan Arash. Di sisi lain, ia juga tidak punya pilihan atau harapan Delta akan datang ke mari dan menyelamatkannya dari Arash. Ya, itu sungguh tidak mungkin mengingat Delta sendiri tidak tahu di mana dirinya kini. “Kalau dengan membunuh gue bisa membuat lo puas, lakukan, Rash! Lakukan!” tutur Deana, lebih kepada menantang lelaki itu. “Kalau itu yang lo mau, dengan senang hati.” Arash menatap Deana sungguh-sungguh kemudian menarik tubuhnya menjauh beberapa centi dan ketika dirasa pas, Arash langsung melayangkan pisau tersebut dan... Pisau menancap tepat pada kepala kursi. Arash bisa melihat dengan jelas bagaimana ekspre

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN