Setelah anak-anak pulang sekolah. Deasy, dan anak-anak langsung pulang ke rumah. Wajah anak-anak terlihat cemberut, bahkan Farida langsung memeluk Farah, dengan berlinang air mata. "Ada apa, Sayang, kenapa menangis?" "Dedek gak mo ma Nte Nci, mo na ma Ndaa!" Serunya sambil menghentakan kakinya. Farah membawa Farida untuk duduk di atas pangkuannya. "Bunda sudah bilang dari kemarin kan, kalau sementara Bibik nggak ada, Abang, dan Dedek ditemani Tante Deasy dulu. Nanti kalau Bibik sudah pulang ke rumah kita, baru Bunda yang temani kalian sekolah." Farah menghapus air mata di pipi Farida, dipeluk putri kesayangannya. "Iya, nanti kalo Bibik cudah datang, kita diantal Bunda lagi, Dek." Si Abang juga ikut membujuk Farida. "Sekarang ganti baju sama Tante Deasy ya," bujuk Deasy. "Nggak maau