Garis Takdir

2934 Kata

“Boleh gak, Om?” Suara manja itu terdengar pelan namun jelas di tengah dengung alat gym yang beroperasi pelan di ruang latihan pribadi milik Kolonel Hakim Rajani Jagatara. Zivanna duduk bersila di atas matras, mengenakan hoodie tipis berwarna krim dan celana pendek olahraga yang memperlihatkan lutut mulusnya. Kedua tangannya menopang dagu, sementara matanya tak lepas dari tubuh pria tegap di depannya yang masih fokus melakukan pull-up dengan otot-otot punggung yang tegang dan mengilap oleh keringat. Hakim tidak menjawab. Ia melanjutkan set terakhirnya, seolah tidak mendengar permintaan sang istri yang barusan. “Om… aku serius.” Zivanna mencondongkan tubuh ke depan, suaranya berubah menjadi lebih lembut. “Aku pengen healing sebentar. Liburan sama Kezia ke Bali, cuma berdua. Gak lama, cum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN