Part 117

2113 Kata

Malam ini, hujan turun rintik-rintik. Oma duduk termangu di balkon kamarnya seorang diri. Besok, dia akan pergi meninggalkan rumah megah itu. Tanpa di sadarinya opa menatapnya dari balik dinding kaca. “Bu, boleh opa duduk di sini?” tanya opa mendekat. Oma menoleh, lalu mengangguk. “Silakan, Mas. Mas mau kopi?” tanya oma menawarkan. “Boleh,” ujar opa mengangguk. “Sebentar, ya,” Oma bergegas ke kamar lalu menyeduh kopi yang tergeletak di meja bar kamar. “Ini, Mas.” Ujar oma menyuguhkan secangkir kopi untuk suaminya. “Terima kasih,” sambut opa lembut. Sesaat keduanya diam membisu menatap dedaunan yang basah oleh air hujan. “Besok ibu jadi ikut pindah dengan Arman?” tanya opa menoleh, tatapannya lembut menatap wanita berambut coklat di depannya. “Insya Allah, jadi, Mas.” jawab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN