"Sebentar ...." Wanita itu melipat kedua tangannya dan mencoba mengingat. "Nay? Kay? Nayla?" "Kayla?" tebak Zavian, kemudian diiyakan oleh wanita di hadapannya. "Ah, iya, namanya Kayla. Pria itu memanggil-manggil nama Kayla." Jawaban yang Zavian dengar semakin membuatnya yakin kalau Kayla memang ada di dalam apartemen Ariana. "Terima kasih. Maaf sudah mengganggu." Zavian kembali menunduk sopan, dan tetangga Ariana kembali masuk ke dalam apartemennya. "Kayla! Aku tahu kamu di dalam. Aku tidak akan pergi sampai kamu membukakan pintu!" Zavian berseru lagi, kemudian menjeda sebentar. "Aku serius, Kay. Aku tidak akan pergi kemana-mana dan menunggumu di sini." Dia melanjutkan lagi, namun masih tidak ada sahutan dari dalam. Kayla masih menutup mulut dengan tangannya, berusaha tidak menyahut

