Kayla sampai merutuk dalam hati melihat tingkah cinta pertama suaminya itu. Tangannya sudah gatal ingin menjambak rambut Sheza, tapi Kayla tahu dia tidak mungkin melakukannya. "Lain kali saja, ya?" bujuk Zavian, seolah tidak mau menyakiti hati perempuan yang pernah dia sukai itu. Bujukan Zavian membuat Kayla berdecih dalam hati, kenapa juga suaminya itu repot-repot menjaga hati Sheza? Padahal tolak saja dengan tegas, tanpa perlu repot-repot dibujuk seperti itu. "Kamu ingat janji, Vian." Sheza menyahut sambil kemudian berbalik pergi. Mungkin gadis itu berharap Zavian mengejarnya dan berubah pikiran. Dan benar saja, kaki pria itu hendak melangkah, namun Kayla dengan cepat menahan tangan Zavian. "Biarkan saja dia pergi," kata Kayla. "Kamu mau mengejarnya? Untuk apa?" "Aku hanya merasa

