"Siapa?" tanya Kayla, ketika menangkap ekspresi suaminya melihat layar ponsel. "Bukan siapa-siapa. Mengganggu saja." Zavian tidak mengangkat telepon itu, dia malah menolak panggilan dan menonaktifkan ponselnya. Kayla penasaran, tapi dia tidak bertanya lagi. Melihat ekspresi Zavian sepertinya dia dan si penelepon tidak berhubungan baik. "Aku mandi duluan." Zavian kemudian melangkah menuju kamar mandi, meninggalkan Kayla yang masih berada di atas tempat tidur. Melupakan aktivitas yang sebelumnya mereka berdua lakukan, seolah kehilangan mood setelah dering ponsel mengganggunya itu. Kayla hanya bisa pasrah. Padahal pagi ini Kayla merasa akan jadi pagi terindah untuknya, tapi sepertinya tidak jadi dinobatkan sebagai pagi terindah. "Mungkinkah Vano yang menelepon?" terka Kayla, berbicara p

