“Bu, kami berangkat dulu, ya?” pamit Karan sambil melambaikan tangan kecil. “Ya, hati-hati, Sayang,” balas Sari dengan senyum lebar, matanya mengikuti Karan dan Rainer yang berjalan keluar bersama. Tepat saat pintu tertutup, Adrian baru keluar dari kamar, rambutnya masih sedikit basah sehabis mandi. Ia menghampiri Sari yang masih tersenyum di depan pintu. Matanya kemudian tertuju pada dua punggung yang baru saja menghilang di balik pintu. “Karan dan Rainer? Mereka keluar bersama?” tanya Adrian penasaran, suaranya berisi harap. “Ya, Mas. Sepertinya mereka mulai akur. Mereka berdua mau nonton film,” jawab Sari, wajahnya berseri-seri lega. Adrian langsung tersenyum lebar, lalu mendekat dan merangkul pinggang Sari dari belakang. “Berarti sekarang sepi di rumah, hanya kita berdua?” bisikny

