Eps. 47 Kami Rukun

1327 Kata

Setelah mengeringkan rambutnya, Karan turun dari rooftop dengan perasaan aneh. Rumah yang biasanya terasa hidup, kini terasa senyap. Matanya mencari-cari sosok Rainer. “Ke mana dia?” gumamnya, merasa kesepian yang tak biasa. Sementara itu, di kamarnya, Rainer sedang berbaring di tempat tidur dengan mata menatap langit-langit. Pikirannya kacau balau, dipenuhi bayangan Karan di kolam renang tadi, tawa riangnya, tatapannya yang jernih, dan betapa naturalnya ia terlihat. “Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Aku normal kan, tidak gila karena terus memikirkan Karan?” desisnya berulang, tangan menutupi wajah yang memanas. Tiba-tiba, ketukan di pintu menyadarkannya. “Rain?” Suara Karan terdengar dari balik pintu. Rainer melompat dari tempat tidur, panik. Sebelum sempat menjawab, Karan sudah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN