Eps. 52 Siapa Tamunya?

1369 Kata

“Theo? Kenapa kamu kemari? Bukankah kamu sibuk dengan pekerjaanmu?” balas Karan, suaranya terdengar datar namun ada sengatan halus di dalamnya, sebuah sindiran halus tentang masa lalu di mana Theo memilih karir di atas segalanya, termasuk hubungan mereka. Rasa kecewa itu memang masih mengendap, tak mudah dilupakan. Theo tersenyum lembut, tak tersinggung. “Karan, aku harap kamu bisa melupakan itu. Atau setidaknya, memaafkanku. Masa lalu kita... itu bukan versi diriku yang sebenarnya, apalagi yang kuinginkan.” “Tapi kenyataannya seperti itu,” balas Karan, matanya menatap jauh. Luka itu masih terasa, terutama cara Theo memutuskan mereka dengan alasan yang bagi Karan terasa seperti penolakan. “Kar, itu versi aku dulu. Aku masih muda, ambisius, dan takut kehilangan peluang. Tapi versi aku se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN