Theo menatap Karan dengan intens saat wanita itu mulai membereskan peralatan rekaman setelah sesi syuting rampung. Di dalam hatinya, sebuah tekad menguat. ‘Mungkin bila pelan-pelan mendekatinya, dia tidak akan kabur dan pergi dariku. Aku ingin kembali bersamanya.’ Dengan sigap, Theo ikut membantu mengambil tripod dan membawanya ke mobil Karan. “Setelah ini kamu mau langsung pulang?” tanyanya sambil meletakkan barang dengan hati-hati. “Belum tahu, ada apa?” balas Karan, lalu bersandar sejenak di body mobilnya, menikmati angin sore yang mulai sejuk. “Kamu mau mampir ke restoranku? Aku bisa masakin kamu menu spesial,” tawaran Theo terdengar manis. Karan menggeleng pelan. “Kayanya nggak dulu untuk hari ini. Aku sudah lama di sini, dan ini sudah siang,” jawabnya sambil mengusap leher yang s

