Eps. 65 Sengaja Merusak

1325 Kata

Pagi hari, mereka kembali bertemu di meja makan. Karan sama sekali tidak menatap Rainer dan menghabiskan makannya dengan cepat, ingin segera menghindari interaksi dengan pria itu. “Karan, makan kamu cepat sekali hari ini?” tanya Sari, memperhatikan sikap putrinya yang tidak biasa. “Iya, Bu. Aku mau kerjain storyboard, mau cari inspirasi di luar. Di rumah rasanya panas,” jawab Karan singkat. “Kamu kalau bosan bisa datang ke butik, Sayang.” “Nggak, Bu. Di butik lebih ramai, malah aku nggak bisa konsen.” Rainer hanya diam mendengar percakapan itu, bingung harus berkata apa. Lalu, sebuah telepon mengusik keheningan pagi. Mata Karan melebar saat membaca nama "Theo" muncul di layar. Dengan cepat, ia mengangkat telepon dan tidak beranjak dari kursi. “Halo, Theo.” “Kar, aku ada di depan rum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN