Karan kemudian berjalan ke arah pintu setelah mengurai pelukan Rainer. Di luar sana terlihat sebuah payung bersandar di bawah jendela. “Kamu mungkin lupa naruh payung tadi di luar sana,” ucapnya sesuai dengan yang diduga. Rainer kemudian ikut melihat keluar. Payung yang bersandar di bawah jendela itu bukan miliknya. Payung itu berwarna cerah dengan motif bunga dengan dia hanya suka payung polos. “Itu bukan payung milikku.” Karan dan Rainer saling berpandangan, alis mereka berkerut dan mata mereka membelalak lebar. “A-apa jangan-jangan payung itu milik orang asing yang diberitahukan security tadi?” pekik mereka nyaris serempak. Karan buru-buru mendorong daun pintu untuk menutupnya rapat. Namun, sebelum pintu benar-benar terkunci, seekor kucing kampung berwarna oranye yang basah kuyup

